Pengertian Vulkanisme Beserta Proses dan Hasilnya

Pengertian Vulkanisme Beserta Proses dan Hasilnya – Gunung Nyamulagira, juga disebut Nyamlagiri, atau Nyamuragira, gunung berapi di Pegunungan Virunga di Afrika tengah-timur, 15 mil (24 km) timur laut Sake, di wilayah gunung berapi Taman Nasional Virunga, Republik Demokratik Kongo.

Tingginya sekitar 10.023 kaki (3.055 meter). Gunung berapi paling aktif di Afrika, Nyamulagira sering mengeluarkan lava dan abu, meski jarang terjadi korban jiwa. Sejak tahun 1882 telah terjadi lebih dari 40 letusan, termasuk yang besar pada tahun 1938,

ketika lereng barat daya dibuka dan lava mencapai Danau Kivu di selatan. Pada tahun 1998 lahar dari gunung berapi mengalir sekitar 6 mil (10 km) ke dalam hutan sekitarnya dan memaksa penutupan beberapa kamp pengungsi. Pada bulan Januari 2000 serangkaian letusan terjadi, namun kehadiran pemberontak Kongo di daerah sekitarnya menghambat penelitian geologi.

Ada banyak gunung vulkanisme di Indonesia dan didunia mulai dari Semeru, Merapi dan lainnya sebenarnya apasih yang di maksud vulkanisme itu? Pada artikel ini kita akan mengulas tentang pengertiannya dan bagaimana prosesnya.

Pengertian Vulkanisme

Pengertian Vulkanisme

Vulkanisme, vulkanisme atau vulkanisitas adalah fenomena letusan batuan cair (magma) ke permukaan Bumi atau planet atau bulan permukaan padat, di mana lava, piroklastik, dan gas vulkanik meletus melalui celah di permukaan yang disebut lubang angin.

Ini mencakup semua fenomena yang dihasilkan dari dan menyebabkan magma di dalam kerak atau mantel tubuh, naik melalui kerak dan membentuk batuan vulkanik di permukaan. Magma, yang mencapai permukaan dan memadat, membentuk bentang alam ekstrusif.

Vulkanisme dalam batas tektonik lempeng samudera bersifat luas dan kompleks. Apa yang disebut vulkanisme intraplate ini sangat luas baik dalam skala maupun catatan geologis. Ini berkisar dari gunung bawah laut yang tidak lebih tinggi dari beberapa ratus meter hingga gunung berapi perisai setinggi 5 km yang menutupi area permukaan yang setara dengan negara bagian New Mexico di Amerika Serikat.

Di lautan, vulkanisme intraplate mencakup 200 juta tahun terakhir sejarah geologis. Vulkanisme intraplate sangat kompleks karena proses magmatik internal yang membentuk struktur vulkanik dan interaksinya dengan lempeng tektonik dan geodinamika mantel bumi dalam.

aktivitas vulkanisme

Proses vulkanik

Magma dari mantel atau kerak bawah naik melalui kerak menuju permukaan. Jika magma mencapai permukaan, perilakunya tergantung pada viskositas batuan penyusunnya yang cair. Magma kental (tebal) menghasilkan gunung berapi yang ditandai dengan letusan eksplosif, sedangkan magma yang tidak kental (berair) menghasilkan gunung berapi yang ditandai dengan letusan efusif yang menuangkan lava dalam jumlah besar ke permukaan.

Dalam beberapa kasus, magma yang naik dapat mendingin dan mengeras tanpa mencapai permukaan. Sebaliknya, massa beku yang didinginkan dan dipadatkan mengkristal di dalam kerak untuk membentuk intrusi beku.

Saat magma mendingin, bahan kimia dalam kristal yang terbentuk secara efektif dihilangkan dari campuran utama magma (melalui proses yang dikenal sebagai kristalisasi fraksional), sehingga kandungan kimia dari magma yang tersisa berkembang saat mengeras secara perlahan.

Injeksi magma segar yang belum berevolusi dapat memobilisasi lebih banyak magma yang berevolusi, memungkinkan erupsi dari magma yang lebih kental. Kalau kalain masih belum mengerti kita langsung ulas tentang magma.

lava, magma (batuan cair) muncul sebagai cairan ke permukaan bumi. Istilah lava juga digunakan untuk batuan beku yang terbentuk akibat pendinginan aliran lava cair. Suhu lava cair berkisar antara 700 hingga 1.200 °C (1.300 hingga 2.200 °F). Bahannya bisa sangat cair, mengalir hampir seperti sirup, atau bisa sangat kaku, hampir tidak mengalir sama sekali. Semakin tinggi kandungan silika lava, semakin tinggi viskositasnya.

Tanda-tanda Vulkanisme

Kejadian vulkanisme mempunyai tanda-tanda yang bisa dilihat loh gais, yaitu tanda-tanda saat sebelum berlangsungnya vulkanisme (pravulkanisme) dan tanda-tanda setelah berlangsungnya vulkanisme (pascavulkanisme).

1. Tanda-tanda pravulkanisme

Tanda-tanda pravulkanisme atau beberapa ciri dari gunung api yang hendak meledak diantaranya ialah:

  • Umum terjadi gempa
  • Beberapa sumber air jadi kering
  • Kenaikan suhu disekitaran kawah
  • Kedengar deru dari dalam gunung
  • Hewan-hewan dari pucuk gunung turun ke lereng gunung

2. Tanda-tanda pascavulkanisme

Dan untuk tanda-tanda pascavulkanisme yang ada sesudah gunung api usai meledak ialah:

  • Timbulnya sumber air panas atau geiser
  • Timbulnya sumber gas atau ekshalasi seperti belerang
  • Timbulnya sumber air yang memiliki kandungan mineral seperti belerang atau sulfur

Erupsi Gunung Api

Kamu tentu sudah pernah denger kan mengenai erupsi? Erupsi ialah proses keluarnya magma dari perut bumi. Dalam kata lain, erupsi itu terjadi saat satu gunung api meledak. Erupsi atau letusan gunung api berdasar kemampuannya ada 2 jenis ya gais, yakni yang berbentuk ledakan (eksplosif) dan berbentuk lelehan (efusif).

Erupsi eksplosif ialah erupsi dengan penekanan yang paling kuat, sampai hasilkan letusan yang ledakan atau besar. Ini karena magma di bawah gunung mempunyai kandungan gas yang tinggi sekali, hingga mempunyai penekanan yang tinggi dan hasilkan ledakan besar yang umumnya cuman satu kali.

Nach, kalau erupsi efusif ialah erupsi dengan penekanan yang kecil, hingga cuma berbentuk lelehan yang berangsur keluar. Ini muncul karena magma didalamnya memiliki sifat basa dan mempunyai kandungan gas yang sedikit ya gais. Jadi umumnya erupsi type ini tidak hasilkan ledakan yang dahsyat.

Nach karena dua type erupsi ini, pegunungan api yang menyebar di bumi mempunyai wujud yang lain loh gais. Pada umumnya, ada 3 tipe gunung api yang penting kamu kenali, yakni gunung api perisai, strato, dan maar.

Wujud Gunung Api

1. Gunung Api Maar

Gunung api ini tercipta karena berlangsungnya erupsi eksplosif, hingga tinggalkan kawah yang cukup besar. Contoh gunung api di Indonesia dengan wujud ini ialah Gunung Lamongan dan Gunung Dieng.

2. Gunung Api Perisai

Sama sesuai namanya, gunung api perisai ialah gunung yang memiliki bentuk relatif datar. Gunung ini cuma tercipta karena erupsi efusif. Karena magma yang keluar benar-benar cair, gunung ini mempunyai lereng yang paling agak miring dan dasar yang relatif luas. Gunung api type ini tidak diketemukan di Indonesia ya gais, tetapi di negara lain. Misalnya seperti Gunung Mauna Loa dan Gunung Kilauea di Hawaii.

3. Gunung Api Kerucut

Gunung api kerucut atau umum disebutkan strato sebagai wujud gunung api yang umum di Indonesia. Gunung ini tercipta karena erupsi kombinasi di antara efusif dan eksplosif. Timbunan magma yang berganti-gantian dari letusan (eksplosif) dan lelehan (efusif) terendap makin tinggi bersamaan perjalanan waktu.

Berikut yang mengakibatkan dinding kawah dari gunung tipe ini mempunyai bebatuan beku yang berlapis-lapis. Beberapa gunung api di Indonesia dengan wujud ini diantaranya ialah Gunung Kerinci, Gunung, Merapi, Gunung Merbabu, dan Gunung Pangrango. Gunung Semeru dan Gunung Raung yang awalnya saya ulas masuk juga pada kelompok ini ya gais.

Baiklah adik-adik pelajar semuanya itulah tadi ulasan materi Geografi tentang pengertian vulkanisme beserta prosesnya yang berhasil kami rangkumkan untuk kalian semua. Semoga apa yang kami sajikan dan kalian baca bermanfaat menambah pengetahuan kalian, Sampai jumpa pada postingan materi lainnya.

Related Posts
Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia Tema 1 Subtema 2 Kelas 3 SD
pertumbuhan dan perkembangan manusia

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia - Hai adik-adik dan juga ayah bunda, semoga masih bersemangat bejalar dan membimbing anak-anaknya yang masih Read more

Mengenal Organ dan Sistem Pencernaan Manusia
Mengenal Organ dan Sistem Pencernaan Manusia

Mengenal Organ dan Sistem Pencernaan Manusia - Tahukah kamu jika proses pencernaan makanan pada tubuh lebih panjang dibanding aktivitas makan Read more