Materi Sosiologi Kelas 8 Mobilitas Sosial

Materi Sosiologi Kelas 8 Mobilitas Sosial – Halo adik-adik pintar semua, pada edisi kali ini kita akan mengulas informasi tentang materi pembelajaran sosiologi kelas 8 tentang mobilitas sosial. Kita akan mengulas tentang pengertian, bentunya dan juga beberapa

faktor penyebabnya dan apa dampak yang terjadi. Apa kalian pernah beralih rumah ke satu daerah baik kota atau negara tertentu karena ayah atau ibu kalian berpindah tugas ke daerah lain karena kerjanya?

Jika kalian tidak pernah merasakannya karena orang tuamu sebagai seorang pebisnis atau karyawan masih tetap di perusahaan tertentu tetapi coba saksikan film yang banyak memberikan contoh hal itu agar jadi deskripsi dari bentuk mobilitas sosial itu. Jika masih bimbang akan kita kupas habis materinya satu demi satu yah adik-adik.

Materi Sosiologi Kelas 8 Mobilitas Sosial

Penjelasan Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial ialah peralihan status sosial yang dipunyai seorang atau kelompok ke status sosial lainnya dalam masyarakat. Hasil peralihan status sosialnya dapat jadi lebih tinggi, lebih rendah, bahkan juga masih tetap sederajat.

Mengapa hasil perpindahannya berbeda? Karena mobilitas sosial terdiri jadi beberapa bentuk. Nah, berlangsungnya beberapa bentuk itu tidak lepas dari ada faktor pendorong dan penghalang yang penting kita kenali. Lantas apa saja ya wujud dan faktor mobilitas sosial? Penjelasannya di bawah ini !

Bentuk Mobilitas Sosial

Pembagian bentuk mobilitas sosial didasari pada punya pengaruh tidaknya hasil peralihan status sosial yang dirasakan dengan derajat sosial yang dipunyai. Pada umumnya bentuk mobilitas sosial terdiri jadi empat, yakni vertikal, horizontal, intragenerasi, dan antargenerasi.

1. Mobilitas Sosial Vertikal

Coba pikirkan kamu ada di sisi tengah sebuah garis vertikal deh. Sudah? Nah, saat kamu ada di status itu, kamu punyai peluang buat naik ke atas atau turun ke bawah ‘kan? Begitu halnya mobilisasi vertikal yang dibagi jadi mobilitas sosial vertikal ke atas dan mobilitas sosial vertikal ke bawah.

Tujuannya, peralihan status sosial yang terjadi dapat jadi lebih tinggi (naik) atau lebih rendah (turun). Karena itu, mobilisasi vertikal ialah peralihan status sosial yang dipunyai seorang atau barisan ke status sosial yang lain tidak sederajat dari sebelumnya.

mobilitas sosial kelas 8

2. Mobilitas Sosial Horizontal

Saat ini coba pikirkan kamu ada di tengah sebuah garis horizontal deh. Jika kamu ada di sana, ingin kamu berpindah ke kanan kek atau ke kiri kek, tentu kamu tetap di satu lokasi yang sejajar ‘kan? Nach, seperti demikianlah mobilisasi horizontal. Dalam mobilisasi horizontal, peralihan status sosial yang dirasakan seorang atau barisan tidak mengganti derajat sosialnya atau tetap sejajar seperti sebelumnya.

Misalnya, seorang dokter yang bekerja di salah satunya rumah sakit Bandung diwajibkan berpindah pekerjaan ke rumah sakit Jakarta. Pada kasus itu, dokter itu alami mobilitas horizontal, yakni peralihan tempat kerja tapi tidak mengganti status sosialnya sebagai dokter. Pendapatannya tetap sama dan kedudukannya sebagai seorang dokter pun tidak berbeda.

3. Mobilitas Sosial Antargenerasi

Mobilitas antargenerasi ialah peralihan posisi sosial yang dirasakan seorang dengan mengikutsertakan ketidaksamaan angkatan di dalamnya. Mmm, tujuannya bagaimana tuch ya? Kamu harus ketahui dahulu nih, apakah yang dimaksud dengan angkatan. Angkatan ialah barisan yang punyai ketidaksamaan usia atau kemiripan. Misalnya, gen Z yang orang-orangnya terlahir di tahun 2000-an.

Nah, mobilitas antargenerasi ini mengikutsertakan generasi-generasi yang berbeda. Misalkan, dulu, kakek dan nenek kamu cuma dapat sekolah sampai tingkat SMA saja. Selanjutnya, di angkatan seterusnya, yakni ayah dan ibu kamu, statusnya naik jadi dapat bersekolah sampai tingkatan Sarjana.

Dari kasus ini, ada ketidaksamaan tingkat pengajaran yang terjadi setiap antargenerasi keluarga kamu. Memahami, ya? Nach, mobilisasi sosial antargenerasi dapat turun dan naik. Maknanya, setiap angkatan pada sebuah barisan dapat punyai posisi yang makin tinggi atau rendah di warga.

4. Mobilitas Sosial Intragenerasi

Bagaimana bila peralihan posisi sosial ini dirasakan oleh angkatan yang serupa? Itu tadi yang diberi nama mobilisasi sosial intragenerasi. Menurut definisinya, mobilitas sosial intragenerasi ialah peralihan posisi sosial yang terjadi pada angkatan yang sama. Oke, agar kamu makin ada bayang-bayang, masuk ke contoh kasus saja, ya.

Misalkan, sekarang ini kamu sedang duduk di kelas 7 SMP. Kamu ialah anak yang paling pandai, hingga dapat ikuti program akselerasi di sekolah. Saat peningkatan kelas, kamu segera duduk di kelas 9. Disini, kamu mengalami mobilisasi intragenerasi karena alami peralihan posisi sosial pada angkatan yang serupa, yakni rekan-rekan sekelasmu di kelas 7.

Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Sesudah ketahui beberapa bentuknya, kita perlu ketahui faktor-fator yang menggerakkan berlangsungnya mobilitas sosial. Ada beberapa faktor penggerak mobilisasi sosial, yakni:

1. Sistematis

Faktor ini berkaitan dengan peluang seorang untuk tempati sebuah posisi dan keringanan untuk memperolehnya. Jika di Indonesia sich susunan penduduknya benar-benar terbuka. Maka peluang kamu untuk tempati beragam kedudukan yang tinggi, seperti manager bahkan juga presiden, jadi lebih besar, lho! Tetapi, di Indonesia, tersedianya lapangan kerja dalam jumlah warganya belum juga seimbang, nih. Ini menjadi pemicu pribadi atau barisan punyai kekuatan alami mobilisasi sosial yang turun.

2. Pribadi

Jika factor ini mah berkaitan dengan kualitas pribadi yang disaksikan dari sisi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan. Manusia ‘kan dilahirkan dalam status sosial yang dipunyai orang tuanya tuh. Nach, bila seorang tidak senang dengan status sosial yang diturunkan, dia bisa usaha untuk capai status sosial yang lebih tinggi. Hingga kini, pengajaran masih dipandang seperti social elevator atau fasilitas yang bisa membuat orang jadi individu yang lebih berkualitas dan tingkatkan status sosialnya di warga.

3. Ekonomi

Bila keadaan ekonomi dalam warga condong baik karena itu mobilisasi sosial juga bisa diwujudkan. Keadaan ekonomi yang bagus membuat warga gampang mendapat modal, peluang yang lain, dan pengajaran. Tetapi, jika keadaan ekonominya jelek, warga akan mempunyai penghasilan terbatas hingga susah untuk penuhi semua keperluannya dan mobilisasi sosial tidak bisa terjadi.

4. Politik

Factor yang ini benar-benar tergantung pada keadaan politik satu negara. Kondisi negara yang tidak konstan akan mempengaruhi keadaan keamanannya. Dengan demikian, tersedianya dan keringanan dalam bekerja lebih bagus hingga warga sanggup lakukan mobilisasi sosialnya.

5. Kependudukan

Berdasar data Tubuh Pusat Statistik (BPS) jumlah warga di Indonesia nyaris selalu semakin bertambah dari waktu ke waktu. Bertambahnya itu dapat mempersempit tempat permukiman bahkan juga tingkatkan kemiskinan lho! Karena itu, permasalahan kependudukan semacam ini menggerakkan pribadi dan pemerintahan untuk arahkan warga supaya lakukan migrasi ke wilayah lain, hingga mobilisasi sosial juga terjadi.

Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

Selainnya factor penggerak, ada pula factor penghalang untuk mobilisasi sosial. Bila beberapa faktor berikut ini masih tetap ada maka susah untuk warga lakukan mobilisasi sosial. Adapun factor penghalang dari mobilisasi sosial, yakni:

1. Kemiskinan

Warga yang alami kemiskinan akan kesusahan untuk capai status sosial tertentu. Salah satunya pemicu kemiskinan ialah pengajaran yang rendah. Memang mengapa jika pengajarannya rendah? Dengan pengajaran yang rendah, kwalitasnya untuk sumber daya manusia juga jadi rendah. Mengakibatkan, kekuatannya untuk berkompetisi dalam memperoleh tugas jadi terbatas.

2. Diskriminasi

Diskriminasi ialah membandingkan tindakan pada sama-sama karena argumen berbeda bangsa, suku, ras, kelompok, dan agama. Nach, tindakan membandingkan semacam ini benar-benar tidak bagus, selainnya bisa menyebabkan perselisihan, dapat menghalangi mobilisasi sosial.

3. Stereotip Gender

Membeda-bedakan karakter dan status sosial lelaki dan wanita, seperti mempunyai penglihatan jika derajat lelaki semakin tinggi dibanding wanita bisa juga menghalangi mobilisasi sosial, lho! Misalkan, penglihatan jika wanita tak perlu berpendidikan tinggi toh yang bekerja ialah suami. Nach, sikap semacam itu bisa merintangi prestasi dan peluang seorang untuk lakukan mobilisasi supaya status sosialnya meningkat.

Dampak Positif Mobilitas Sosial

1. Menggerakkan Seorang untuk Maju

Mobilisasi sosial dapat berpengaruh pada status sosial kita di warga. Misalkan, dari yang semula rendah, selanjutnya beralih menjadi tinggi. Misalnya, pada tingkat SMP, kamu bersekolah pada tempat yang umum saja. Tetapi, di sekolah ini, kamu belajar dengan giat dan disiplin, hingga selalu mendapatkan juara 1 di kelas. Disini, kamu berpeluang untuk masuk ke SMA yang lebih berkualitas. Maka dari itu, mobilisasi sosial sanggup menggerakkan seorang untuk maju.

2. Mempercepat Peralihan Sosial

Disamping itu, mobilisasi sosial bisa hasilkan peralihan warga ke yang lebih maju. Misalnya, di wilayah penjuru, ada anak-anak yang berpeluang mendapatkan beasiswa pengajaran di kota. Sesudah pengajarannya usai, anak-anak itu pulang ke desa halaman untuk membuat wilayahnya jadi lebih maju.

Dampak Buruk Mobilitas Sosial

Selainnya imbas positif, mobilisasi sosial bisa juga memberi dampak yang tidak bagus untuk seorang. Imbas yg tidak baik dari mobilisasi sosial salah satunya:

1. Kekhawatiran

Kekhawatiran ini muncul karena seorang berasa cemas bila status atau status sosialnya turun di warga. Misalnya, ada petinggi yang sesaat lagi melepaskan periode kedudukannya. Nach, petinggi ini berasa kuatir karena takut kehilangan kedudukan. Maka dari itu, sering petinggi itu melakukan perbuatan nakal untuk menjaga kedudukan yang mereka harapkan.

2. Melemahkan Solidaritas Kelompok

Imbas ini, dapat terjadi di semua wujud mobilisasi sosial, baik itu horizontal atau vertikal. Misalnya, ada sebuah keluarga yang semula hidup di permukiman yang simpel, mendadak memenangi kuis berhadiah beberapa ratus juta. Selanjutnya, keluarga itu berpindah rumah ke permukiman yang lebih elit. Nach, di sini, keluarga itu mulai bercampur dengan tetangga baru. Pada akhirnya, mulai terjadi kerenggangan di antara keluarga ini dengan barisan sosialnya di permukiman lamanya.

3. Memacu Perselisihan

Parahnya, mobilisasi sosial bukan hanya renggangkan kebersamaan barisan saja, tetapi bisa juga memacu perselisihan atau bentrokan di warga. Ini dapat muncul karena ada kompetisi yang kurang sehat untuk capai posisi sosial yang tinggi. Misalnya, untuk memperoleh banyak konsumen, toko A menyengaja menjelek-jelekkan kualitas barang toko B. Karena toko B tidak terima, pada akhirnya ada perselisihan antara pedagang.

Baiklah adik-adik pintar semua dan juga teman-teman yang juga sedang membaca artikel tentang materi sosiologi kelas 8 mobilitas sosial ini kami ucapkan terimakaish banyak semoga apa yang kami sajikan ini bisa bermanfaat bagi kalian semua.

Sampai jumpa pada postingan artikel selanjutnya karena kami menyajikan banyak artikel pendidikan mulai dari semua pelajaran SD hingga umum. Jangan pernah malas belajar yah adik-adik karena itu menjadi kunci kesuksesan kalian.

baca juga : Contoh Persuasive Writing berupa Teks Editorial beserta Artinya

Related Posts
Unsur-Unsur Iklan di Media Massa Kelas 5 SD
Unsur-Unsur Iklan di Media Massa Kelas 5 SD

Unsur-Unsur Iklan di Media Massa Kelas 5 SD - Hai beberapa adik di edisi ini kali kita akan membahas materi Read more

Menginspirasi dengan Contoh Teks Editorial Terbaik: Pelajaran Berharga untuk Penulis Masa Depan!
Contoh Teks Editorial

Contoh Teks Editorial: Panduan praktis menulis teks editorial yang menarik, informatif, dan menginspirasi pembaca. Sukses di dunia penerbitan!. Teks editorial Read more