Sosiologi Kelas 7 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Sosiologi Kelas 7 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial – Hai adik-adik pintar semua, masih mengulas tentang pelajaran sosiologi kelas 7 SMP nih kita. Kalau di artikel sebelumnya kita membahas pengertian, ciri-ciri dan contoh dari Interaksi sosial

Di artikel ini merupakan kelanjutan materi sebelumnya dimana kita akan mengulas tentang bentuk-bentuk dari interaksi sosial yang ada di masyarakat baik antar individu maupun kelompok. Bagi kalian yang baru menemukan artikel ini

kami sarankan setelah membacanya mencari artikel tentang pengertian interaksi sosial supaya pemahaman yang dimiliki lebih matang lagi. Buat kalian semua jangan pernah malas belajar jadi tunggu apa lagi langsung kita masuk ke ulasan materinya.

Sosiologi Kelas 7 Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Ulasan Materi Bentuk Interaksi Sosial

Seperti sebelumnya kita ulas dimana pengertian Interaksi sosial ialah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Dan interaksi yang terjadi di dalam masyarakat bisa menghasilkan pola-pola atau bentuk hubungan yang dapat mempererat dan mengubah kondisi masyarakat tersebut.

Kalau dalam kajian sosiologi, interaksi sosial dapat terbagi ke dalam tiga macam bentuk, yaitu asosiatif, disosiatif, dan akomodatif. Baiklah adik-adik murid onlineku semua, supaya kalian lebih memahami lagi tentang bentuk-bentuk interaksi sosial, Kalian dapat membaca ulasannya dibawah ini dengan lengkap.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif ialah wujud hubungan sosial yang ke arah pada kesatuan. Ingat, ya, demikian dengar kata “asosiatif”, yang terpikir ialah beberapa kegiatan yang memiliki sifat “baik “.Wujud interaksi sosial asosiatif dapat berbentuk kerja-sama, akulturasi, dan asimilasi.

1. Kerja Sama

Tentunya, kamu sudah tidak asing dong sama kata kerja-sama kan siswa online ku? Kerja sama yang diartikan bukan sama-sama menjiplak saat sedang ujian yah sayang tapi, Kerja-sama, secara istilah memiliki arti satu usaha yang sudah dilakukan bersama di antara pribadi atau barisan, maksudnya untuk capai satu arah atau beberapa arah bersama.

bentuk bentuk interaksi sosial dan contohnya

2. Asimilasi

Asimilasi ialah percampuran dua ataupun lebih kebudayaan berlainan yang menyatu jadi satu kebudayaan baru. Seperti saluran musik dangdut yang seringkali disamakan dengan musik asli Indonesia, tetapi kenyataannya musik dangdut sebagai hasil asimilasi dari melayu dan India.

Ketiga musik itu bersatu jadi satu dan membuat jenis musik baru, yakni musik dangdut yang hilangkan ciri-ciri budaya lamanya. Karena itu, beberapa orang menduga kalau musik dangdut ialah musik ciri khas Indonesia.

3. Akulturasi

Seterusnya, akulturasi ialah kombinasi dua ataupun lebih budaya yang lain tanpa hilangkan ciri-ciri budaya lamanya. Nach, di sini harus kamu ingat ya, kalau asimilasi itu, kombinasinya hasilkan budaya baru yang hilangkan ciri-ciri budaya lama. Dan, kalau akulturasi itu, kombinasinya hasilkan budaya baru, tanpa hilangkan ciri-ciri budaya lamanya. Janganlah sampai terganti, ya!

Misalnya itu bangunan Mushola Kudus yang menggambarkan ada hubungan di antara budaya Jawa, Hindu, dan Islam.

Wujud Hubungan Sosial Disosiatif

Wujud hubungan sosial disosiatif ini lebih ke arah ke pemecahan, baik antara pribadi atau kelompok. Adapun beberapa bentuk dari disosiatif mencakup, kompetisi (persaingan), kontravensi, dan pertentangan (perselisihan).

1. Kompetisi (Persaingan)

Wah, ini sih sudah tentu tahu ya. Kompetisi sebagai satu proses sosial di mana pribadi atau barisan manusia yang berkompetisi cari keuntungan lewat sektor-sektor kehidupan tanpa memakai teror kekerasan. Misalkan, persaingan sepakbola pada piala dunia. Hayo, kamu sendiri pernah punyai kompetisi apa dengan rekan-rekan? Kompetisi jadi rangking 1 kemungkinan?

2. Kontravensi

Walau berasa asing, tetapi dapat ditegaskan kamu pernah lakukan kontravensi. Kontravensi sebagai satu hati tidak sukai yang diselinapkan. Nach, kalau sudah tahu maknanya, saat ini ngaku deh. Ini kemungkinan serupa dengan “iri” atau “dengki” kali ya. Cuma… ya lebih sosiologi saja bahasanya. Hehehe.

Umumnya, orang yang lakukan kontravensi semakin lebih kerap bicara dalam hati. Mengapa? Ya karena… mereka sembunyikanya. Kalau ditebar mah namanya julid. Kontravensi ini lebih banyak kita dapatkan dalam film sinetron di televisi. Demikian tahu orang yang disebelin jadi ketua kelas, dalam hati akan langsung bicara, “Hmmm… saksikan saja nanti. Minumanmu akan kuberi bubuk abate.”

3. Pertentangan (Perselisihan)

Perselisihan sepertinya sudah kerap kamu denger ya. Secara istilah, perselisihan ialah proses sosial yang sudah dilakukan pribadi atau barisan di dalam meraih maksudnya dibarengi dengan kekerasan atau desakan. Pertentangan terjadi disebabkan karena ada ketidaksamaan antarindividu, ketidaksamaan kebudayaan, ketidaksamaan peralihan sosial, dan kebutuhan.

Bentuk Interaksi Sosial Akomodatif

Berlainan dengan kerja-sama, kalau wujud hubungan sosial fasilitas ini bermula dari konflik. Iya, fasilitas ialah usaha yang sudah dilakukan untuk menuntaskan satu bentrokan atau perselisihan oleh beberapa pihak yang bertikai. Buat apa? Ya terang untuk menurunkan pertentangan itu, dong. Terus, terbentuk dech sebuah kestabilan.

1. Koersi

Koersi ialah wujud fasilitas yang realisasinya dengan memakai desakan, teror, penekanan, atau kekerasan. Kalian kerap saksikan pengemis atau pedagang asongan yang digusur secara paksakan oleh satpol PP dan dinas sosial? Tersebut salah satunya contohnya.

2. Kompromi

Sepakat ialah wujud usaha dalam menurunkan permasalahan yang terjadi di antara dua sebelah pihak lewat pengurangan tuntutan. Misalkan, saat kalian tidak menyengaja menghancurkan barang punya seorang yang harga lumayan mahal tapi kerusakan itu terjadi secara

tidak menyengaja dan yang punyai menuntut ganti kerugian, nach kalian lakukan sepakat agar bisa menukarnya pada harga yang disetujui ke-2 iris pihak. Nach inilah misalnya yah beberapa adik pandai ku.

3. Konsiliasi

Konsiliasi ialah usaha yang sudah dilakukan faksi tertentu untuk menghadapkan kemauan di antara kedua pihak yang memiliki konflik, hingga bisa meyelesaikan masalah. Misalkan, saat di muka pasar ada ibu-ibu yang jambak-jambakan karena rebutan harga kangkung paling murah. Karena tidak sampai hati melihat mereka ribut, sang pedagang panggil mereka. Dicari jalan tengahnya. Kangkungnya dipisah dua. Belinya patungan. Ibu ibu ini juga hidup berdua berbahagia selama-lamanya makan cah kangkung.

4. Arbitrasi

Arbitrasi terjadi saat faksi ke-3 menolong menurunkan pertentangan yang mempunyai posisi semakin tinggi dan bisa memberi keputusan yang mengikat beberapa pihak yang berkonflik. Misalnya, guru BK menghukum ke ke-2 siswa yang bertengkar.

5. Mediasi

Perantaraan ialah wujud fasilitas yang sudah dilakukan oleh faksi memiliki sifat netral dan ke-3 . Maka keputusan akhir masih tetap dibalikkan ke ke-2 faksi yang berkonflik. Contoh, pak RT menasehati ke tetangga yang bertengkar.

6. Ajudikasi

Ajudikasi sebagai proses pengerjaan permasalahan lewat meja hijau (lajur hukum). Contoh, hakim memberi ancaman hukum ke koruptor.

Baiklah guys, itulah tadi ulasan materi bentuk-bentuk interaksi sosial untuk pelajaran sosiologi. Terimakasih banyak sudah membaca artikel kami dan mempercayakan kami sebagai partner belajar kalian. Sampai jumpa pada postingan materi selanjutnya yah.

Related Posts
Manfaat Bimbingan Konseling: Membangun Kesejahteraan Mental dan Emosional
Manfaat Bimbingan Konseling

Pada artikel ini situs resmi Prakerja.Co.Id akan mengungkap beberapa manfaat krusial dari bimbingan konseling. Bimbingan konseling bukanlah sekadar layanan yang Read more

Eksplorasi Sejarah Perkembangan Sosiologi: Dari Klasik hingga Modern
Sejarah Perkembangan Sosiologi

Sejarah perkembangan sosiologi merupakan ilmu sosial yang menelusuri perjalanan manusia dalam masyarakat, dari masa lalu hingga masa kini. Sosiologi adalah Read more