Contoh Pola Pengembangan Paragraf Kausalitas

Contoh Paragraf Kausalitas – Paragraf kausalitas ialah tipe paragraf induktif yang berisi elemen penyebab dan karena pada sesuatu hal. Paragraf kausalitas terdiri dari beberapa kalimat penjelas pada awal paragraf dan kalimat khusus diakhir paragraf.

Penyebab dalam paragraf ada dalam beberapa kalimat penjelas, dan sisi mengakibatkan ada pada kalima utama. Kalimat khusus berisi ide dasar paragraf atau gagasan dasar pada paragraf. Berikut sejumlah contoh paragraf sebab-akibat dan penuturannya :

Contoh Paragraf Teks Eksplanasi Dengan Pola Pengembangan Kausalitas


Contoh Pertama

Chintia ialah anak yang rajin mengaji dan menghafal Al-Qur’an. Semenjak kecil dia memiliki cita-cita ingin jadi hafidzhah di umur muda. Dia menarget dianya sanggup hafal Al-Qur’an sekitar 30 juz. Semenjak duduk di kursi kelas 3 sekolah dasar Chintia mengawali hafalan Al-Qur’an diawali dari juz 1.

Tiap pagi sehabis shalat subuh dia buka kitab sucinya dan memulai mendisiplinkan diri untuk menghafal Al-Qur’an 1 ayat. Sore harinya dia mengulang-ulang satu ayat yang sudah dia hafal pada pagi hari. Sekian tahun dia disiplinkan dianya untuk lakukan hal itu.

Motivasi untuk menghafal semakin saat dia ketahui jika nantinya seorang anak yang hafal Al-Qur’an akan kenakan jubah kemuliaan untuk ke-2 orang tuanya. Sekian tahun telah Chintia merutinkan hafalan Qur-annya. Tanpa mengenal capek dan jemu dia selalu mengulang-ulang hafalannya dan menghafal. Sekian tahun selanjutnya Chintia sanggup membulatkan hafalan Qur’annya sekitar 30 juz.

Dia sanggup menghatamkan hafalan saat duduk di kursi kelas 3 SMA. Saat penyeleksian beasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) melalui lajur hafidz / hafidzah mulai dibuka, dia coba ikuti program itu. Akhirnya dia diterima di sembilan PTN terkemuda di Indonesia dan bebas pilih Kampus dan program jalur yang dia minati.

contoh paragraf teks eksplanasi dengan pola pengembangan kausalitas

Keterangan :

Contoh paragraf di atas mengatakan sebab-akibat yang diperlihatkan pada beberapa kalimat penjelas yang berisi penyebab kenapa figur Chintia dapat memperoleh beasiswa masuk PTN terpenting di Indonesia.

Kalimat khusus diakhir paragraf mengatakan karena yang didapat oleh figur Chintia karena dia selalu rajin dan telaten dalam menghafal Al-Qur’an. Jalinan kausalitas antara kalimat penjelas dan kalimat khusus itu menunjukkan jika paragraf di atas ialah paragraf sebab-akibat (kausalitas).

Oke kita lanjut ya pada contoh yang ke 2 – 4 berikut :

Contoh Ke-2

Dodi ialah anak yang paling pemalas dan nakal. Sepanjang duduk di kursi SMA, dia tidak pernah sekalinya kerjakan pekerjaan sekolahnya. Dodi termasuk anak yang ditakutkan dan beringas oleh beberapa temannya di sekolah. Dia selalu memaksakan beberapa rekan-rekan yang dia kira pandai untuk kerjakan semua beberapa tugas sekolahnya.

Dodi tak pernah bawa beberapa buku dan perlengkapan sekolah yang lain ke sekolah. Dalam soal masalah latihan dan pekerjaan, dia selalu memaksakan beberapa temannya untuk kerjakan semua pekerjaannya. Dodi populer benar-benar nakal, dia tidak takut sama siapapun. Bahkan juga guru di sekolah juga sering dia hardik saat akan membentaknya atau menyapa.

Satu saat seorang guru yang namanya Par Ardi menyapa Dodi yang kedapatan bawa sebungkus rokok dalam tasnya. Saat guru itu membentaknya, Dodi tidak terima. Dia juga memukul Pak Ardi pas di pipi samping kanannya.

Kepala Sekolah yang ketahui hal itu benar-benar geram dan memilih untuk keluarkan Dodi dari sekolah karena tindakannya yang tidak dapat dimaafkan lagi. Pak Ardi merayu bapak Kepala Sekolah agar bisa maafkan kekeliruan Dodi.

Namun kekeliruan Dodi sangatlah fatal karena sudah berani memukul seorang guru. Pada akhirnya Dodi dikeluarkan dari sekolah tanpa memperoleh referensi untuk dapat berpindah ke sekolah lainnya.

Contoh Ke Tiga

Santi dikenali sebagai anak yang paling sukai makan. Dalam satu hari dia sanggup habiskan delapan piring nasi dan lauk-pauknya. Belum juga kesukaannya makan camilan yang susah dia hentikan. Sebetulnya rutinitas makan berlebihnya ini barusan dia kerjakan sepanjang tiga minggu terakhir.

Entahlah apa yang membuat ingin selalu makan dan terus berasa lapar. Orangtua Santi menasihatinya supaya tidak banyak makan karena tidak bagus untuk kesehatannya. Santi menyetujui nasihat orang tuanya. Tetapi bujukan akan makan tidak dapat dia jauhi.

Dia masih makan dengan jatah berlebihan dan melanjutkan rutinitas konsumsi makanan enteng. Mengakibatkan dalam periode waktu dua bulan, berat tubuhnya sudah capai angka 100 kg dan sekarang Santi dia sudah alami kegemukan yang cukup akut.

Contoh Ke Empat (Terakhir)

Paman Soeryono ialah seorang pemabuk berat. Dia sanggup habiskan sepuluh botol minuman mengandung alkohol tiap harinya. Bila tidak mempunyai cukup uang untuk beli minuman, dia sering mengambil sepeda motor dan barang bernilai lainnya. Istri dan anaknya tidak dia pedulikan.

Walau sebenarnya mereka benar-benar memerlukan figur kepala keluarga yang sanggup bertanggung-jawab untuk memberikan nafkah mereka. Keluarga besar paman Soeryono terhitung ayah sudah lama menasihati paman agar bisa tinggalkan rutinitas tidak baiknya. Tetapi semua nasihat itu tidak sanggup membuat dianya jadi lebih baik.

Bila sudah memperoleh barang curian, paman langsung menjualnya. Uang hasil curian dia pakai untuk beli minuman dalam jumlah yang paling banyak. Kadang dia jual kembali minuman yang sudah dia membeli ke teman-temannya. Tidak cuma untuk customer minuman keras, paman kadang-kadang terjun ke usaha minuman haram ini. tiap malam paman dan beberapa temannya pesta minuman keras di alun-alun balai desa.

Di bawah dampak minuman keras, dia sering mengusik masyarakat dan mengamuk. Masyarakat juga berasa resah akan tingkah laku paman dan menyampaikannya ke faksi yang berwajib. Awalannya paman cuma dikasih pembimbingan oleh kepolisian karena mengganggu keteraturan,

tetapi kejahatan yang dia kerjakan yaitu mengambil dan usaha minuman kerasnya dibongkar di saat pengecekan pada dirinya. Pada akhirnya paman harus ikhlas tinggal di penjara dalam beberapa saat yang sudah ditetapkan oleh pengadilan karena tindakannya.

Oke jadi itu saja ya tips seputar Contoh Paragraf Kausalitas yg bisa kami bagikan untuk temen-temen semua, harapan besar kami supaya bisa di pelajari, dan dipahami ya, dan semoga bisa bermanfaat. Terima kasih

sumber :
https://ruangseni.com/4-contoh-paragraf-kausalitas-pengertiannya/

Related Posts
Pengertian Literasi Menurut Para Ahli: Kunci Menuju Pencerahan Intelektual
Pengertian Literasi Menurut Para Ahli

Pengertian literasi adalah kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi secara efektif, menurut para ahli. Literasi merupakan salah satu aspek penting Read more

Menghargai Waktu yang Tersisa: Puisi Islami tentang Kematian dan Akhirat
Puisi Islami tentang Kematian dan Akhirat

Puisi Islami tentang Kematian dan Akhirat - Dalam kehidupan yang sibuk dan terus bergerak, sering kali kita melupakan pentingnya menghargai Read more