Pelajaran PAI Kisah Teladan Luqman

Kisah Teladan Luqman – Assalamualaikum adik-adik soleh dan solehah dimanapun kalian berada saat ini. Semoga dalam keadaan sehat selalu dan juga tetap bersemangat untuk membaca materi pelajaran PAI di kelas 5 Semester 1 tentang Kisah Teladan dari Luqman Al Hakim.

Meskipun Luqman bukan merupakan nabi tetapi keistimewaan ada pada dirinya sehingga Allah SWT menyebut namanya dalam sebuah surat di dalam Al-Quran. bagi kalian yang masih belum mengetahuinya boleh lihat di dalam Al-Quran surah Luqman.

Keistimewaannya karena dia banyak bersyukur dan bersabar serta menasihati anaknya untuk selalu taat kepada Allah dan tidak pernah menyekutukannya. Untuk mengenalnya lebih jauh pastikan kalian membaca materi ini sampai habis yah adik-adik.

Kisah Teladan Luqman

Ulasan Materi PAI Kelas 5 Kisah Teladan Luqman

Siapakah Luqman ?

Luqman ialah hamba Allah Swt. yang salih. Dia tidak menerima kenabian, tapi jadi seorang ayah pilihan Allah Swt. Ia bernegara Habsyi datang dari Kota Sudan. Kerjanya sebagai tukang kayu, badannya pendek, ia mempunyai kekuatan dan mendapatkan hikmah dari Allah Swt., hingga nasihat yang dikatakan ke anaknya diabadikan dalam al-Qur’an.

Luqman ialah anak dari Bau’ra bin Nahur bin Tareh, dan Tareh bin Nahur sebagai nama dari Azar ayah nabi Ibrahim a.s. Luqman hidup sepanjang 1.000 tahun. Dia jadi guru Nabi Daud a.s. saat sebelum dipilih jadi nabi. Tugas Luqman sebelumnya ialah tukang kayu, tukang jahit, dan menggembala domba.

Dia selanjutnya dipilih jadi qadhi (hakim). Luqman menikah dan memiliki banyak anak, namun semua anaknya wafat saat masih kecil. Semuanya dia terima dengan tulus, karena dia percaya dan sadar jika semuanya yang terjadi ialah atas kehendak Allah Swt.

Luqman Banyak Bersyukur

kisah teladan luqman singkat

Amati dan bacalah dengan tart³l Q.S. Luqman/31: 12 berikut!

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ ۚ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

(walaqad aataynaa luqmaana alhikmata ani usykur lillaahi waman yasykur fa-innamaa yasykuru linafsihi waman kafara fa-inna allaaha ghaniyyun hamiidun)

Q.S. Luqman/31: 12 dan Artinya

ۚ وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah

ۖ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ
Dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri;

وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji“

Pelajaran yang bisa diambil dari Q.S. Luqman/31: 12 di atas adalah:

Luqman ialah seorang hamba Allah Swt. yang sudah dianugerahkan-Nya hikmah, yakni selalu bersyukur. Luqman selalu mengucapkan syukur atas nikmat yang dia peroleh.

Allah Swt. ucapkan jika “barangsiapa yang mengucapkan syukur (kepada Allah Swt.), karena itu sebenarnya dia mengucapkan syukur untuk dirinya “.Sukur ialah mengucapkan terima kasih ke Allah Swt. atas semua nikmat yang diberikan-Nya ke kita. Seperti badan yang prima, bisa menyaksikan, dengar, bicara, jalan, berasa dan meraba. Kita bisa minum dan makan, mempunyai rumah, baju, bisa belajar, dan mempunyai iman Islam.

Allah Swt. sudah menganugerahi Luqman ketaatan melaksanakan ibadah ke Allah Swt., mempunyai hati lembut, akal pengetahuan luas, dan pemikiran.

Kisah Teladan Luqman – Nasihat Luqman kepada Anaknya

1. Jangan Musyrik atau Menyekutukan Allah Swt.
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 13 berikut!

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

(wa-idz qaala luqmaanu liibnihi wahuwa ya’izhuhu yaa bunayya laa tusyrik biallaahi inna alsysyirka lazhulmun ‘azhiimun)

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah Swt.) sesungguhnya mempersekutukan (Allah Swt.) adalah benar-benar kedzaliman yang besar”.

Mempersekutukan maknanya menyerupakan suatu hal dengan Allah Swt. Misalkan menjadikan matahari sebagai Tuhan lalu disembah. Membuat batu atau patung sebagai Tuhan lalu disembah. Jadikan kayu besar sebagai Tuhan lalu dipuja- disembah dan puja.

Wahai anakku, jangan sampai menyamakan Allah Swt. dengan suatu hal apa saja, dan tidak pernah sama, karena sehebat apa saja manusia, matahari, apa lagi patung, tidak bisa menyamakan Allah Swt. sebagai pembuat semesta alam dan untuk sumber anugerah dan nikmat.

Barangsiapa ingkar terhadap pemberi nikmat dan anugerah (Allah Swt.) karena itu orang itu sudah melakukan perbuatan kezaliman yang besar. zalim adalah kejam, keji, aniaya, dan tidak menyimpan kasih-sayang.

2. Jangan Angkuh dan Sombong
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 18 berikut!

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

(walaa tusha”ir khaddaka lilnnaasi walaa tamsyi fii al-ardhi marahan inna allaaha laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhuurin)

Artinya:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S Luqman:18).

Ciri-ciri sikap angkuh dan sombong menurut Q.S. Luqman/31: 18 di atas adalah:

  • Mengalihkan mukamu dari manusia (karena tinggi hati),
  • Berjalan pada muka bumi dengan arogan, dan
  • Membesarkan hati diri sendiri.

Luqman mengajari ke anaknya untuk berperangai rendah hati, tidak tinggi hati dan arogan. Tidak boleh tidak acuh pada seseorang, arogan, dan berasa luar biasa sendiri. Sebenarnya Allah Swt. tidak menyenangi beberapa orang yang arogan dan tinggi hati kembali membesarkan hati diri, maknanya orang yang tinggi hati itu dibenci oleh Allah Swt.

3. Hendaklah Berbuat Kebajikan
Amati dan bacalah dengan tartil Q.S. Luqman/31: 17 berikut!

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

(yaa bunayya aqimi alshshalaata wa/mur bialma’ruufi wainha ‘ani almunkari waishbir ‘alaa maa ashaabaka inna dzaalika min ‘azmi al-umuuri)

Artinya:
Hai anakku, dirikanlah ¡alat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah Swt). (Q.S. Luqman/31: 17).

Luqman berseru: “Hai Anakku”.

  1. Dirikanlah sholat wajib atau sholat sunah. ¢alat ialah tiang agama (Islam). Barangsiapa yang menegakkan sholat memiliki arti menegakkan agama, dan barangsiapa yang tidak menegakkan sholat memiliki arti dia sudah menjatuhkan agama.
  2. Lakukanlah suatu hal yang baik. Misalkan, tindakan berikut :Rajin Melaksanakan ibadah dan Berdoa,Hormat dan Taat ke Kedua Orang Tua,Hormat dan Taat ke Bapak dan Ibu Guru,Rajin Mengaji, Rajin Belajar, Pergi ke Sekolah Pas Waktu dan Selalu Bersih, Berbicara Kata Sopan, dan Kerjakan Pekerjaan Tugas Rumah Pas Waktu.
  3. Jauhi tindakan jelek (mungkar). Misalkan: (1) syirik atau menyekutukan Allah Swt., (2) membenci kedua orangtua, (3) membenci bapak dan ibu guru, (4) berkelahi, (5) mengambil, dan (6) berbicara kotor dan kasar.
    Sebaiknya selalu berlaku sabar, yakni sabar kerjakan yang bagus, dan sabar menghindar yang buruk.

Baiklah adik-adik soleh dan sholehah semua serta ayah bunda semuanya itulah tadi ulasan lengkap mengenai Kisah Teladan Luqman yang merupakan pokok pembelajaran Kelas 5 SD Untuk PAI Semoga apa yang kami sajkan ini bermanfaat yah. Terimakasih sudah membaca artikel kami sampai jumpa pada postingan selanjutnya.

Related Posts
Manfaat dan Fungsi Reboisasi untuk Kelestarian Lingkungan
Fungsi Reboisasi

Artikel ini akan mengulas lebih lanjut mengenai manfaat dan fungsi reboisasi dalam konteks pelestarian alam. Reboisasi adalah suatu upaya untuk Read more

Menguasai Simple Present Tense Tanpa Rasa Takut
Simple Present Tense

Simple Present Tense atau kalimat bentuk sekarang adalah salah satu bentuk kalimat yang harus dikuasai oleh semua orang yang ingin Read more