Mengenal Metabolisme, Biologi Kelas 12 (Part 1)

mengenal metabolisme – Halo !.. Apa kabar temen-temen semua, semoga kalian selalu sehat dan terus semangat ya, nah di kesempatan kali ini situs resmi prakerja.co.id akan membahas seputar materi metabolisme, dan cara memahami atau mengenal apa itu jenis metabolisme ?

Dalam kehidupan sehari-hari terdapat beragam aktivitas yang dilakukan aktivitas tersebut dapat mempengaruhi kondisi tubuh kita kegiatan fisik seperti olahraga berikut ini tentu akan menjadikan tubuh kita bugar sedangkan kegiatan santai sambil ngemil jika dilakukan terus-menerus akan membentuk timbunan lemak di perut dan tubuh menjadi kelebihan bobot

Kira-kira apa ya yang menyebabkan ukuran tubuh orang yang jarang dengan orang yang sering beraktivitas fisik menjadi berbeda ternyata hal ini berhubungan dengan proses metabolisme tubuh

Bagaimana ya proses ini terjadi dalam tubuh kita kita akan mempelajarinya di artikel kali ini kita akan belajar proses metabolisme tubuh khususnya bagian enzim, , oke tanpa harus berlama-lama lagi yuk simak ulasan lengkapnya dibawah ini :

Apa Itu Metabolisme ?

Metabolisme merupakan serangkaian peristiwa reaksi-reaksi kimia yang berlangsung dalam sel makhluk hidup yang dapat diubah menjadi energi untuk kelangsungan hidup saat kita makan proses metabolisme akan mengolah zat gizi dari makanan yang telah diserap tubuh untuk diubah menjadi energi,

kecepatan proses metabolisme ini akan dipengaruhi oleh enzim sebagai biokatalisator artinya Enzim dapat mempercepat reaksi reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia

– ENZIM

Enzim merupakan senyawa kimia atau protein khusus yang mempercepat reaksi kimia di dalam tubuh dengan cara menurunkan energi aktivasi kita dapat memperhatikan grafik berikut :

gambar grafik enzim

grafik enzim

Nah grafik kerja enzim menunjukkan bahwa enzim bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi aktivasi adalah energi yang diperlukan untuk berlangsungnya suatu reaksi penurunan energi aktivasi dapat terlihat dari selisih energi yang diperlukan dalam suatu reaksi yang dibantu enzim dan tidak dibantu dengan enzim

dengan Menggunakan enzim yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan dengan yang tanpa enzim Hal ini menyebabkan reaksi dapat berlangsung lebih cepat dengan sedikit energi bebas yang dibutuhkan.

– Komponen ENZIM

Berdasarkan komponen penyusunnya enzim dibedakan menjadi dua macam yaitu enzim sederhana yang hanya terdiri dari protein enzim kompleks atau lebih dikenal dengan holoenzim holoenzim terdiri dari beberapa komponen yaitu komponen protein atau enzim bersifat termolabil atau tidak tahan panas sehingga mudah terdenaturasi,

komponen non protein atau gugus prostetik bersifat termostabil atau tidak mudah rusak karena panas komponen ini berupa koenzim merupakan senyawa organik contohnya vitamin dan koenzim a kofaktor merupakan senyawa logam anorganik contohnya ion logam seperti Cu Fe MN ZN cu dan Co.

Berikut contoh gambar komponen enzim dibawah ini :

gambar komponen enzim 1

komponen enzim

gambar komponen enzim 2

komponen enzim 2

– Struktur ENZIM

Selain Komponen yang dapat menempel pada enzim enzim memiliki sisi aktif yakni bagian atau tempat pada enzim yang berfungsi sebagai tempat menempelnya substrat Sisi alosterik merupakan Sisi selain Sisi aktif enzim yang dapat berikatan dengan aktivator enzim Sisi ini dapat diganggu oleh inhibitor non kompetitif,

selain itu juga terdapat inhibitor kompetitif yang strukturnya mirip dengan substrat substrat menempel pada sisi aktif enzim dan akan menghasilkan produk baru kerja enzim sangat spesifik karena Sisi aktif dari enzim sangat selektif terhadap bentuk kimia dari substrat yang akan dikatalisis

Ikatan yang terbentuk antara enzim dengan substrat bersifat lemah sehingga reaksi dapat berlangsung bolak-balik.

– Sifat Sifat ENZIM

Nah teman-teman enzim memiliki sifat-sifat berikut enzim hanya mengubah kecepatan reaksi artinya enzim tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi hanya meningkatkan laju suatu reaksi,

dan enzim juga bekerja secara spesifik artinya enzim hanya mempengaruhi substrat tertentu saja Misalnya enzim maltase hanya dapat memecah maltosa menjadi glukosa enzim merupakan protein sehingga kerjanya dipengaruhi oleh PH dan suhu

Terjadi perubahan struktur proteinnya pada suhu rendah kerja enzim akan terhambat enzim bekerja secara bolak-balik atau reversible artinya Enzim dapat mengkatalis penguraian suatu senyawa menjadi senyawa lain maupun sebaliknya mengkatalis penyusunan senyawa-senyawa tersebut menjadi senyawa semula

Selain itu dalam proses metabolisme tubuh enzim hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit enzim berupa koloid dapat bereaksi dengan substrat asam maupun basa dan dapat digunakan berulang kali.

– Mekanisme Kerja ENZIM

Mekanisme kerja enzim terjadi apabila suatu molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat maka vektor tersebut akan menempel pada enzim membentuk kompleks enzim substrat dan mengakibatkan terjadinya reaksi yang berakhir dengan terbentuknya molekul produk

Teori cara kerja enzim :

Teori yang menjelaskan cara kerja enzim ini ada dua macam yaitu teori kunci gembok atau lock and key dan teori ketetapan induksi.

Yuk kita bahas Teori ini satu persatu, yg pertama teori kunci gembok dari ini menjelaskan bahwa enzim diumpamakan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan substrat bagian ini disebut Sisi aktif

Antara itu substrat diumpamakan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan Sisi aktif enzim substrat tersebut akan menempel pada enzim membentuk kompleks enzim substrat dan mengakibatkan terjadinya reaksi yang berakhir dengan terbentuknya molekul

produk hubungan enzim dan substrat tersebut membentuk ikatan yang lemah apabila enzim rusak karena pengaruh suhu atau PH bentuk Sisi aktif enzim akan berubah mengakibatkan substrat menjadi tidak sesuai lagi untuk enzim tersebut

Berikutnya teori ketetapan induksi :

Ini menyatakan bahwa Sisi aktif Enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan substratnya atau bersifat fleksibel jika substrat masuk ke dalam sisi aktif enzim enzim akan berubah bentuk secara tepat ketika berikatan dengan substrat membentuk kompleks enzim substrat dan kompleks enzim produk sehingga produk dapat meninggalkan Sisi aktif enzim.

Nah sekarang teman-teman bisa memahami kedua Teori ini ya.

– Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Cara Kerja ENZIM

Selanjutnya kita akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi cara kerja enzim kerja enzim dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut suhu perubahan PH konsentrasi enzim konsentrasi substrat zat-zat pengikat atau aktivator dan zat penghambat atau inhibitor suhu setiap enzim mempunyai suhu optimum yang spesifik suhu yang terlalu tinggi pada Enzim dapat menyebabkan denaturasi protein dan suhu yang terlalu rendah dapat menghambat laju reaksi

Enzim pada suhu 0 derajat Celsius atau dibawahnya akan bersifat non aktif akan tetapi enzim tidak rusak namun jika suhu enzim melebihi batas optimum maka enzim akan rusak atau mengalami denaturasi contohnya enzim pada manusia memiliki suhu optimal 35 sampai 40 derajat Celcius sedangkan pada bakteri yang hidup di air panas memiliki suhu optimum 70 derajat Celcius

Bapak kedua perubahan ph atau derajat keasaman perubahan PH mengakibatkan Sisi aktif enzim juga berubah sehingga dapat menghalangi terikatnya substrat pada sisi aktif enzim Selain itu perubahan PH juga mengakibatkan proses denaturasi pada enzim misalnya enzim ptialin di mulut bekerja pada pH netral enzim pepsin di lambung bekerja pada pH asam sedangkan enzim tripsin di usus bekerja pada pH basa

Faktor ketiga konsentrasi enzim konsentrasi enzim dengan kecepatan reaksi terhubung secara linear semakin besar konsentrasi enzim maka kecepatan reaksi akan meningkat hubungan konsentrasi enzim dengan kecepatan reaksi,

selanjutnya konsentrasi substrat bertambahnya konsentrasi substrat dalam suatu reaksi akan meningkatkan kecepatan reaksi jika jumlah enzim dalam reaksi tersebut tetap Jika enzim terlalu sedikit dan substrat terlalu banyak maka reaksi akan berjalan lambat dan bahkan ada substrat yang tidak ter katalisasi

Faktor berikutnya zat pengikat atau activator activator yaitu zat yang berfungsi memacu atau mempercepat reaksi enzim contoh activator antara lain garam garam dan logam alkali dalam kondisi encer sekitar 2% sampai 5% dan ion logam C MG dan CL,

nah pada kondisi normal enzim hanya akan aktif apabila Sisi aktif cocok dengan substrat jika suka tidak cocok dengan Sisi aktif maka enzim tidak dapat bereaksi dengan aktivator yang menempel pada sisi enzim akan aktif dan Sisi aktif enzim akan berubah bentuk sesuai tempatnya hingga menghasilkan produk

Dan faktor terakhir adalah zat penghambat atau inhibitor inhibitor dibedakan menjadi dua yaitu pertama inhibitor kompetitif merupakan inhibitor yang berikatan secara kuat pada sisi aktif enzim struktur inhibitor kompetitif mirip dengan struktur substrat sehingga inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan Sisi aktif enzim inhibitor kompetitif ini dapat dihilangkan dengan cara menambahkan konsentrasi substrat contoh inhibitor ini adalah oksalo suksinat

yang kedua inhibitor non kompetitif, Yaitu inhibitor yang terikat pada sisi alosterik atau sisi selain Sisi aktif enzim inhibitor ini mengakibatkan Sisi aktif enzim berubah sehingga substrat tidak dapat berikatan dengan Sisi aktif enzim inhibitor ini tidak dapat dihilangkan walaupun dengan menambahkan substrat contoh inhibitor ini adalah Antibiotik penisilin.

Oke jadi itu saja ya temen-temen penjelasan lengkapnya seputar metabolisme kelas 12, semoga bermanfaat, pada paham dan mudah di mengerti ya, sukses selalu – by : Prakerja.Co.Id

baca juga : pengertian zat makanan adalah

Related Posts
Keadaan Cuaca Kelas 3 SD Tema 5 Semester 2
Keadaan Cuaca Kelas 3 SD Tema 5

Keadaan Cuaca Kelas 3 SD Tema 5 - Hai beberapa adik kembali kita akan membahas materi pelajaran di kelas 3 Read more

Majas Alegori
majas alegori

Memahami Makna dan Kekuatan Majas Alegori dalam Karya Sastra Dalam dunia sastra, terdapat beragam gaya bahasa yang digunakan untuk memperkuat Read more