Tata Cara Azan dan Iqomah Beserta Doanya

Tata Cara Azan dan Iqomah – Azan sebuah panggilan untuk kaum muslim untuk melakukan sholat wajib atau fardhu. Azan secara bahasa memiliki arti pernyataan atau ajakan. Kumandang azan mempunyai tujuan memberitahu umat untuk siap-siap menjalankan beribadah salat.

Dan iqomah sebagai pertanda jika sholat selekasnya dimulai. Iqomah secara bahasa, datang dari kata aqama yang memiliki arti menjadikan lempeng atau menegakkan. Azan dan iqomah sama-sama berkaitan didengungkan untuk memberitahu dan ajak umat memeluk agama islam,

untuk mendekatkan kepada Allah lewat zikir tertentu dan sholat. Alangkah cantiknya jika kita bisa jalankan beribadah sesuai syariat Islam yang sudah Rasulullah SAW ajarkan. Berikut tata langkah azan dan iqomah yang diringkas oleh web blog kami dari beragam sumber.

Tata Cara Azan dan Iqomah

Hukum Azan dan Iqomah

Hukum mengumandangkan azan disebutkan oleh beberapa ulama ialah sunnah muakkad untuk sholat fardhu, baik ditangani berjamaah atau munfarid atau sendirian. Sama sesuai dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Dari Malik bin al-Huwairits, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Bila sudah datang (waktu) sholat, karena itu sebaiknya salah seorang dari kalian mengumandangkan azan untuk kalian. Dan hendak-lah yang paling tua antara kalian mengimami kalian” (Muttafaq alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/111 no. 631)], Shahiih Muslim (I/465 no. 674).

Opini lainnya yang dipandang semakin kuat, menjelaskan hukum azan ialah fardhu kifayah. Ini berdasar pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Anas Radhiyallahu anhu, sesungguhnya:

“Saat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dengan kami untuk melawan sebuah golongan, tidak beliau berperang sampai hadirnya pagi. Beliau menanti, bila dengar azan, beliau tidak melawan mereka. Kebalikannya, bila tidak dengar azan, karena itu beliau serang mereka “.(Muttafaq alaihi: [Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (II/89/610)], ini ialah lafazhnya, dan Shahiih Muslim (I/288 no. 382).

Hukum ini berlaku khusus lelaki saja, wanita tidak lakukan azan, karena suara keras menjadi auratnya. Sesuai sabda Nabi SAW, hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari Teman dekat Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda “Tidak ada adzan dan iqomah untuk wanita “.

Syarat Azan dan Iqomah

bacaan adzan dan iqomah

  1. Sudah masuk waktu salat.
  2. Niat azan.
  3. Azan didengungkan dalam bahasa Arab.
  4. Azan diucap sama sesuai posisi.
  5. Lafaz diucap berlanjut tanpa interval bicara atau perlakuan lain, terkecuali bersin.
  6. Tidak ada kata yang mengganti arti lafaz.
  7. Suara azan dan iqomah dilantangkan dan merdu, agar orang dari jarak jauh dapat dengar pernyataan waktu sholat wajib.

Syarat Muadzin

Jadi seorang muazin atau orang yang bekerja mengumandangkan azan dan iqomah sebagai suatu hal yang istimewa. Sama seperti yang tercantum pada hadits dari Muawiyah Radhiyallahu anhu, jika Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sebenarnya beberapa muazin ialah orang yang paling panjang lehernya di hari Kiamat “.(Shahih: [Shahiih al-Jaamiush Shaghiir (no. 6645)], Shahiih Muslim (I/290 no. 387).

  • Memeluk agama islam
  • Tahu waktu sholat fardhu
  • Tulus berharap ridho Allah
  • Jadi seorang muazin seharusnya ikhlas memang menghadapkan diri untuk Allah semata.
    Ini sesuai sabda Rasulullah: “Tetapkanlah seorang muazin yang tidak ambil gaji dari azannya itu “.(Abu Daud (531), At Tirmidzi (672), Ibnu Majah (714), dan An Nasa-i (672).
  • Mempunyai suara yang merdu atau bagus

Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda ke teman dekat Abdullah bin Zaid: “Pergilah dan ajarkanlah apa yang kamu saksikan (dalam mimpi) ke Bilal, karena dia mempunyai suara yang lebih baik daripada suaramu “.Abu Daud (499), At Tirmidzi (189), Ibnu Majah (706)

Tata Langkah Azan dan Iqomah

  • Muadzin pada kondisi suci
  • Menghadap kiblat
  • Masukkan jemari ke telinga
  • Berdiri : Sesuai sabda Rasulullah SAW, “Berdiri wahai bilal, Serulah manusia untuk melakukukan sholat “.(HR. Ibnu Umar).
  • Menyambung setiap dua kalimat takbir (2 takbir satu napas)
  • Menambah kalimatASH SHALATU KHAIRUM MINANNAUM saat adzan sholat shubuh.
  • Melihat ke kanan pada kalimat HAYYA ALAS SHALAH
  • Melihat kepala ke kiri saat mengucapkanakan HAYYA ALAL FALAH.

Bacaan Azan

Allaahu Besar, Allaahu Besar (2X)
Asyhadu allaa ilaaha illallaah (2X)
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2X)
Hayya alash Shalaah (2X)
Hayya alal Falaah (2X)
Allaahu Besar, Allaahu Besar
Laa ilaaha illallaah

Dalam azan Shubuh, dipertambah kalimat ASH SHALATU KHAIRUM MINANNAUM (Sholat itu lebih bagus dibanding tidur) antara kalimat ke-5 dan ke enam, yaitu :

HAYYA ALAL FALAAH
ALLAAHU AKBAR, ALLAAHU AKBAR

Makna Tiap Lafadz Adzan

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2X)
Asyhadu allaa ilaaha illallaah (2X)
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2X)
Hayya alash Shalaah (2X)
Hayya alal Falaah (2X)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah

Sunnah Menjawab Azan dan Iqomah

Untuk kita yang dengarkan azan, karena itu hukumnya sunnah untuk menjawab dengan jawaban yang serupa seperti kalimat yang didengungkan dalam iqamah dan azan. Terkecuali saat muazin pada kalimat HAYYA ALASH SHALAAH dan HAYYA ALAL FALAAH

Kita menjawab dengan LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILAA BILLAAH, Maknanya: Tidak ada daya dan usaha dan tidak ada kemampuan, terkecuali dengan bantuan Allah

Seterusnya saat muazin ucapkan kalimat ASH SHALATU KHAIRUM MINANNAUM , kita jawab dengan: , SHADAQTA WABARARTA WA ANAA ALAA DZAALIKA MINASY SYAAHIDIINA

Maknanya:

Betul dan baguslah ucapanmu itu dan aku juga atas yang begitu terhitung beberapa orang yang menyaksikan. Jawaban saat kita dengar iqomah, saat muazin pas pada kalimat QAD QAAMATISH-SHALAAH, kita berkata begitu:

AQOOMAHALLAAHU WA ADAAMAHAA MAADAMATIS SAMAAWAATU WAL ARDLU Maknanya: Mudah-mudahan Allah selalu menegakkan dan melanggengkan ada shalat sepanjang langit dan bumi masih ada.

Bacaan Iqomah

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa ilaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah
Hayya alash Shalaah
Hayya alal Falaah
Qad qaamatish-shalaah ( 2 X)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah

Doa Setelah Iqomah

ALLAAHUMMA ROBBA HAADZIHID DAWATIT TAAMMAH, WASHSHOLAATIL QOO-IMAH, SHALLI WA SALLIM ALAA SAYYIDINIA MUHAMMADIN WA AATIHI SULAHU YAUMUL QIYAAMAH

Maknanya:

“Ya Allah Tuhan yang mempunyai panggilan yang prima, mempunyai sholat yang ditegakkan, curahkanlah karunia dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan berilah / kabulkanlah semua permintaannya di hari kiamat “.

Baiklah adik-adik solehd an solehah semua dimanapun kalian berada semoga kalian dalam keadaan sehat selalu dan juga dapat memahami pelajaran ini serta dapat mengaplikasikannya dalam kehirupan sehari-hari sebagai umat muslim yang baik.

Terimakasih banyak sudah membaca artikel kami sampai jumpa pada postingan artikel lainnya dan kalian yang sedang mencari referensi belajar tentang matapelajaran lainnya bisa di cari di kolom pencarian.

Related Posts
Pengertian HAM: Hak Asasi Manusia yang Perlu Diketahui
Pengertian HAM

Pengertian HAM, atau Hak Asasi Manusia, adalah konsep penting yang mendefinisikan hak-hak dasar yang dimiliki setiap individu tanpa pandang bulu. Read more

Apa Itu Ringkasan: Mengungkap Makna dan Manfaatnya
Apa Itu Ringkasan

Apa Itu Ringkasan: Ringkasan adalah suatu bentuk penggabungan informasi yang esensial dari sebuah teks atau konten, dengan tujuan menyampaikan poin-poin Read more