Perbandingan Struktur Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan

Oke temen-temen, di tema kali ini situs resmi prakerja.co.id akan memberikan wawasan dan pengalaman ilmu pengetahuan tentang struktur sel hewan dan sel tumbuhan, mungkin dari kalian sudah ada yang mengetahui nya ?. Atau masih banyak juga yang belum paham ya temen-temen.

Nah maka dari itu akan kita ulas secara detail ya, untuk penjelasan nya dari susunan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Komplet – Dalam membahas susunan sel tidak lepas dari konsentrasi ulasan organel sel.

Hal itu karena susunan khusus yang membuat sel adalah organelnya. Pada susunan tumbuhan dan hewan ada kesamaan dan ketidaksamaan antara ke-2 nnya

lalu dari organel-organel tumbuhan ada di sel begitu juga kebalikannya, dan hewan. Misalkan saja pada sel tumbuhan ada vakuola, dinding sel, dan peroksisom. Dan pada sel hewan ada lisosom dan sentrosom.

Sel sebagai unit fungsional dan sistematis paling kecil yang ada di badan makhluk hidup seluler. Makhluk hidup yang memiliki sifat mobile terdiri dari satu sel yang diberi nama dengan uni seluler. Misalkan saja pada bakteri, tumbuhan, dan beragam tipe hewan tingkat tinggi.

struktur perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

Susunan Sel Pada Tumbuhan


Plastida

Secara umum sel yang ada di beberapa tumbuhan didalamnya terdapat plastid sama ukuran diameter 4-6 mikron (μ). Pada plastid ada yang mempunyai pigmen warna, tetapi ada juga yang tidak. Plastida yang tidak warna diberi nama dengan leukoplas.

Dan yang tidak warna diberi nama dengan kromoplas. Leukoplas yang mempunyai peranan sebagai pemroduksi amilum diberi nama dengan amiloplas. Dan yang tidak menghasilkan lemak disebutkan dengan lipoplas. Pada kromoplas yang terdapat klorofil disebutkan dengan kloroplas.

Minimal ada 3 tipe plastida salah satunya adalah :

Leukoplas

Leukoplas adalah plastid yang warna putih. Plastida ini mempunyai peranan sebagai media penyimpan makanan yang terdiri dari :

– amiloplas (penyimpan amilum)
– elaioplas / lipidoplas (sebagai media penyimpanan lemak / minyak)
– proteoplas (sebagai media penyimpan protein)

Kloroplas

Kloroplas adalah plastida yang mempunyai warna pigmen hijau. Plastida tipe ini mempunyai peranan sebagai pemroduksi klorofil dan sebagai tempat berjalannya proses fotosintesis.

Kromoplas

Kromoplas adalah tipe plastida yang terdapat beberapa pigmen khusus yang lingkupnya mencakup karotin (kuning), fikodanin (biru), fikoretitin (merah), dan fikosantin (kuning).

Vakuola

Vakuola sebagai tipe plastida yang bukan hanya ada pada sel beberapa tumbuhan, Tetapi ada pada sel hewan. Namun pada sel beberapa tumbuhan lebih terlihat mempunyai ukuran yang semakin besar khususnya pada sel yang sudah menua.

Vakuola yang ada pada sel tumbuhan diselimuti oleh membrane tunggal yang disebutkan dengan tonoplas. Vakuola sel pada beberapa tumbuhan pad aumumnya berkomposisikan air, phenol, glikosida, garam-garam organik, protein, minyak esteris , lain beberapanya, dan alkaloid. Pada beberapa spesiesnya ada vakuola kontraktil dan vakuola non kontraktil.

Peroksisom (Tubuh Mikro)

Peroksisom ialah ruangan metabolisme khusus yang diperlengkapi oleh membrane tunggal. Peroksisom pada bagian dalamnya terdapat enzim yang mengantarkan hydrogen dari beragam substrat ke arah oksigen.

Subrat ini menghasilkan peroksida (H202) sebagai produk sampingan. H202 yang tercipta oleh metabolisme peroksisom mempunyai karakter toksin di dalamnya. Tetapi dalam organel ini terdapat sebuah enzim yang sanggup mengubah H2O2 yang beralih menjadi air.

Plasmodesmata

Plasmodesmata adalah sebuah aliran terbuka yang ada pada dinding sel tumbuhan yang berperanan sebagai fasilitator, komunikator, dan tranporter beberapa bahan yang diperlukan beberapa sel beberapa tumbuhan.

Peranan dari plasmodesmata sebagai penyambung di antara ruangan sitoplasmik dengan aliran khusus yang memungkinkannya ada gerakan antara air, beragam nitrisi dan molekul lainnya. Plasmodesmata ada pada daerah dindig sel yang disebutkan sebagao pit primer.

Peranan plasmodesmata menyambungkan ruangan sitoplasmik dengan aliran khusus yang memungkinkannya gerakan antara air, beragam molekul yang lain dan gizi. Plasmodesmata ada di wilayah dinding sel yang disebutkan sektor pit primer.

Dinding Sel

Dinding sel dalam tumbuhan terdiri dari zat polisakarida yaitu selulosa. Peran dan peranan dari dinding sel adalah sebagai perlindungan sitoplasma dan membrane sitoplasma. Pada beberapa macam tumbuhan sel tumbuhan, antara setiap sel lain diantarai / disambungkan dengan plasmodesmataa.

Sel pada Hewan


Retikulum Endoplasma

Reticulum endoplasma adalah organel yang berperanan sebagai aliran yang ada di sisi dalam sitoplasma yang menyambungkan membran sel dengan nukleus. Peranan dari retikulum endoplasma adalah sebagai transportasi protein dalam badan.

Mitokondria

Mitokonria adalah organel sel yang ada dalam tumbuhan yang memiliki susunan yang sangat kompleks. Peranan dari mitokondria adalah sebagai pembentuk / pemroduksi energi yang disebutkan dengan “the power house.”.

Mitokondria adalah sebuah tempat berjalannya proses respirasi aerobic pada jenjang selluler. Dalam mitokondria ada beragam jenis enzim yang mempunyai peran dalam atur daur krebs yaitu sitokrom.

Protoplasma atau Sitoplasma

Sitoplasma atau protoplasma adalah cairan sel yang di bagian dalamnya isi sebuah ruang antara pokok sel dengan membrane sel. Formasi sitoplasma terdiri dari material dasar cair yang diberi nama dengan sitosol.

Dalam sitosol ada senyawa organic dan air yang terlarut jadi satu kesatuan misalnya asal lemak, asam amino, protein, edan nukleotida, lain-lain, dan garam.

Sitoplasma adalah sumber bahan kimia yang paling penting di mana perannya sebagai tempat berjalannya metabolisme tertentu misalnya sintesis protein, sintesis asam lemak, lain-lain, dan glikolisis.

Membran Sel

Membrane sel sebagai sisi ynag paling lura dari sel hewan. Sel ini berperanan sebagai pemisah di antara sel dengan lingkungannya. Peranan membran sel adalah sebagai selaput perlindungan dan pengatur yang mempunyai karakter semi permeable dalam rencana mengontrol proses transisi zat di antara sitoplasma dengan lingkungan sel. Formasi membran sel terdiri dari selaput lipoprotein (protein dan lipida).

Ribosom

Ribosom sebagai organel sel yang ada di bagian dalam sitoplasma atau menempel pada bagian dalam retikulum endoplasma yang sususnannya terdiri dari protein dan RNA. Peranan dari ribosom adalah sebagai pensintesa protein.

Nukleus

Nukleus adalah organel besar yang mempunyai wujud fisik bundar atau oval. Sel ini mempunyai peranan sebagai pengontrol pada tiap kegiatan sel. Sel eukariotik memiliki membrane pokok / karioteka, dan sel prokariotik tidak memiliki karioteka / membrane inti.

Peroksisom

Peroksisom adalah organel sel yang selalu berasosiasi dengan organel lainnya. Dalam sel ini dikuasai oleh kandungan oksidase dan katalase. Enzim ini cuma akan mengatalisasi H2O2 yang beresiko untuk badan, selainnya dari lisosom yang mempunyai peranan sebagai perubah lemak jadi karbohidrat.

Mikrofilamen

Mikrofilamen adalah organel sel yang sejeni dengan mikrotubulus. Formasi mikrotubulus terdiri dari protein myosin dan aktin.

Peran khusus dari mikrofilamen adalah dalam soal gerakan sel. Pada makhluk hidup tingkat tinggi, gerakan / saluran sitoplasma sudah seutuhnya ditata oleh mikrofilamen.

Oke demikian info sekitar struktur sel hewan dan sel tumbuhan, mudah-mudahan dapat berguna untuk kawan-kawan semua ya. Selamat belajar dan mudah-mudahan sukses terus Ammin.

Sumber :
Campbell, et.al. 2010. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
http://www.biologi-sel.com/2012/06/struktur-sel-hewan-dan-sel-tumbuhan.html
http://www.biologipedia.com/struktur-dan-fungsi-sel-hewan.html